Annyeonghaseyo! Welcome To My Area!

Jumat, 10 Februari 2012

CERPEN PERTAMA DENGAN PENGALAMAN PERTAMA


Pengalaman Pertama
Ditilang
     Sekarang adalah malam minggu.Aku hanya dikamar sendiri, maklum saja, aku belum punya pacar. Jadi aku hanya malam mingguan dengan laptop aja. Saat aku sedang asik dikamar tiba-tiba dari kejauhan ada yang memanggil namaku samar-samar kudengar tapi lama-lama jelas karna makin kecang ia memanggil. Sepertinya aku mengenal suara itu, ah ternyata ibu memanggilku.
“Reeefaaaaaa! Reffaaa!!” ucap ibu dari dapur
aku pun segera keluar kamar
“Iyaaaa buu” balasku sebelum menuju ke dapur
“Kamu beli makan diluar yah, bahan makanan sudah habis, sedangkan ibu belum kepasar jadi tolong kamu belikan yah” kata ibu sambil pasang muka cengar-cengir nya
“Iyadeh bu, eh tapi aku ajak temen aku yah buu?” tanyaku sambil memegang tangan ibu
“Iyaa, sudah sana pergi, nanti kemaleman lagi”
“Siap! Komandan!” jawabku dengan semangat sambil hormat ke Ibu
     Karna aku tidak ingin keluar malam sendirian, aku berniat mengajak Febby sahabatku. Aku coba menelfon dia, setelah aku mengobrol ternyata dia ingin ikut.
syukur lah aku tidak keluar sendirian.
aku pun menggati baju rumah ku dengan baju kaos dan memakai helm ku. Setelah aku nyalakan sepeda motor ku ada yang memanggilku lagi, eh tapi ini memanggilnya bukan dengan nama ku
“Kakaaaaaaa aku ikut yahhh.. please...” kata adik ku Ari
kulihat ia memasang muka memelas nya ingin ikut, tapi aku tidak akan tergoda
“Ade udara melem itu gak bagus utuk kamu yang punya penyakit paru-paru basah. Jadi tunggu kaka pulang aja yah” jawab ku panjang lebar
“Yaudah Ari tunggu kaka pulang aja deh” jawab nya dengan muka yang kurang senang
 “Dadah Ariii” aku melambaikan tanganku dan pergi menjauh dari rumah
     aku pun segera menuju ke rumah Febby.
“Febby” panggil ku
“Ia, sebentar” jawab nya dari kejuahan
“Eh kamu kok gak pake helm?” tanyaku heran
“Males ah, kan lagi malming juga ngapain pake helm” jawabnya dengan nada santai
febby memang selalu begitu, dia itu jarang pake helm, maklum dia menganut kepercayaan masyarakat sekitar kalau orang yang suka pake helm itu orang-orang yang jelek atau mukanya jerawatan bujubel jadi peke helm. Karna menurut dirinya itu cantik jadi dia males pake helm takut dikira jelek.
     kami lewat jalan Minggu Raya karna itu disuruh Febby
“Eh keliling lapangan MJ bentar dong” kata febby
“Oh yaya” kata ku angguk-angguk
sebenarnya aku gak pengen keliling lapangan MJ tapi febby minta yasudah lah. Di lapangan MJ lagi ada anak-anak balapan liar, ya ampun bising banget!, lalu yang gak kalah mengganggu lagi disebelah ada cowo ganjen goda-godain. Buru-buru aja deh kaburrr
setelah agak jauh ninggalin MJ terdengar suara khas polisi
“Eh kayanya itu polisi nangkep anak-anak yang balapan liar tadi deh” ucapku ke Febby
“Iya, untung kita udah pergi duluan yah” jawab Febby dengan rasa aman
     saat sampai pada tempat makan yang dituju kami pun segera memesan utuk sama-sama dibungkus. Tapi karna ini malam minggu banyak pasangan yang makan dan juga banyak yang pesan untuk dibungkus. Kami berdua pun harus menunggu makanan datang dengan sabar. Tak terasa jam sudah menunjuk kan jam 21:33 WITA
aku tersotak kaget, sudah jam segini makanannya pun belum sampai ditangan kami. Aku dan Febby mulai resah. Sektar 10 menit kami menunggu makanan pun datang dan  kami lngsung cepat-cepat pulang karna sebentar lagi jam 1o malam pas
     karna panik aku mengebut agar tak pulang terlalu malam, saat itu kami hendak melewati daerah rumah pak wali kota agar cepat menuju rumah, tapi saat kami melewati jalan daerah SAMSAT tiba-tiba banyak polisi yang berjaga di kanan kiri dan tengah jalan, aku pun tak bisa berkutik karna kunci motor ku langsung dicabut oleh pak polisi. Aku dan Febby sekarang sedang panik akut!
     Kami tidak tau harus berbuat apa, yang harus kami lakukan hanya menuruti perintah pak polisi.
kami di suruh masuk ketempat yang belum pernah kami masuki sebelumnya, disana pun bukan hanya kami yang kena tilang, banyak sepeda motor yang dipakirkan dan termasuk juga sepeda motor ku disana.
“is not about money,money,money
 we don’t need your money,money,money”
bunyi handphone ku berbunyi, membuyarkan semua pikiranku. Ternyata ibu ku yang menelfon. Mungkin ibu khwatir karna sampai jam segini aku belum pulang.
“halo, Asslamualikum” ucap ku gugup
“Waalaikumsalam, kamu dimana?! Ibu khwatir dengan mu, masa beli makanan bisa selama ini. Ayo cepat pulang sekarang juga!” celoteh ibu mengomeli ku
“ibu.. aku sedang ada dikantor poolis..” belum sempat aku menyelesaikan kata-kata ku tapi ibu sudah memotongnya
“apah?!! Kantor polisi?! Kenapa kamu bisa berada disana?, kamu memangnya berbuat apa?!” kata ibu panik
“aku ditilang bu, sekarang aku lagi sama Febby mau didata”
“sekarang kamu cepat pulang! Nanti paman Saiful jemput kamu didepan minggu raya”
“iya bu, Refa pasti cepat pulang”
     setelah  itu kami berdua disuruh mendata diri, ditanya bu polisi nama, alamat, dan juga umur ku.
aku pun menjawabnya dengan ucapan gugup, Febby pun juga takut dan panik karna ini sudah jam 23:05 WITA
Setelah selasi di data aku dan Febby pun keluar dari tempat mencekam itu
“Refa” panggil Febby
“Ya, ada apa?” jawab refa dengan perasaan sedang galau
“Semua orang ngeliatin kitaa” kata febby
“Iya! Aku juga tau, kira kamu aku gak malu? Aku lebih malu dari yang kamu pikirkan!”
“Iya iya aku minta maaf” ucap Febby menunduk
“Seharusnya, aku yang minta maaf ke kamu karna aku yang mengajak kamu, trus kamu juga ikut-ikutan kena masalah ini..” ucap Refa sambil mengulurkan tangan dengan maksud meminta maaf
“Nggak papa.. aku gak marah kok, sahabat yang baik kan harus selalu ada saat duka maupun senang” ucap Febby menyimpulkan senyuman dibibir nya
“Kamu memang sahabat ku yang paling baik” peluk Refa ke Febby
     Mereka berjalan berdua sambil menenteng makanan yang dibeli tadi, sesampai di depan minngu raya mereka berpisah.
Febby dijemput ayahnya sedangkan aku dijemput paman Saiful.
malam ini kami sudah merasakan ditilang polisi.
sepanjang perjalan pulang aku befikir ada benar juga kata-kata “setiap masalah pasti ada hikmahnya” aku dan Febby sekarang sedang mengalami makna kata-kata itu.
Aku dan Febby seharusnya tidak terlalu takut menghadapi masalah sepele tadi. Jika aku dan Febby bisa menghadapi masalah dengan tenang pasti masalahnya tidak akan sebesar ini.
Aku akan belajar menghadapi masalah tanpa masalah. Itulah makna yang kupetik dari masalah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar